kucingku
blog ini buat nulis yang serba ringan, buat obat stres urusan kantor
   

<< January 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


Add text or HTML here




rss feed










 
Tuesday, January 29, 2008
benarkah info ini?
all redaksi ..
hanya mau konfirmasi saja, benarkah info pada website berikut ini ?
http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/01/30/0017.html

terima kasih sebelum dan sesudahnya.

====== copy paste begin ======

Bangsa Indonesia terkejut , dengan meninggalnya Istri Presiden
Soeharto yang juga merangkap sebagai Ketua "Komisi" Cendana , tanggal
28 April 1996 . Banyak yang menduga bahwa Tien di santet oleh musuh
politiknya atau ditembak ketika sedang dalam perjalanan pulang ke
Cendana dari wisatanya di Taman Buah Mekar Sari .
Namun di balik semua peristiwa itu siapa yang mengira bahwa Tien
ditembak oleh anaknya sendiri
yaitu si Bambang "Bos Preman" Triatmodjo .

Awal dari masalah ini adalah akibat kerakusan Soeharto
mendirikan proyek Mobil Naas (MOBNAS) yang diberi nama TIMOR hanya
khusus kepada Tommy anak kesayangan Soeharto. Sedangkan anak
kesayangan Tien , Bambang Triatmodjo tidak diberi fasilitas oleh sang
Ayah . Hal ini membuat pertikaian antara Tommy dan Bambang yang
membuat kedua terlibat pertengkaran mulut di Sabtu Malam tanggal 27
Juni 1996 . Pertengkaran itu terjadi di rumah Soeharto di Jalan
Cendana No. 6 . Hadir dalam acara pertengkaran tersebut , Soeharto ,
Tien ,Bambang , Tommy dan Sigit . Sedangkan Tutut masih di USA .
Awalnya Bambang menyatakan tidak terima atas perlakuan Soeharto yang
hanya memberi fasilitas Mobil Nasional hanya kepada Tommy . Padahal
selama ini Bambang lah yang lebih berpengalaman dalam bidang perakitan
mobil , melalui PT Bimantara Citra miliknya . Beberapa saat kemudian
ketika Bambang emosinya memuncak , Bambang mengeluarkan pistol
otomatis yang selalu dibawanya . Seketika itu juga Tommy juga
mengeluarkan pistolnya yang membuat keduanya saling baku tembak dan
kejar-kejaran dalam ruangan.
Sebagai seorang Ibu , Ny. Tien berusaha mencegah kedua anaknya yang
sudah dimabuk Harta dan tidak
mengenal lagi rasa persaudaraan . Ketika berusaha mendekati Bambang ,
secara tak sengaja pistol Bambang meledak dan mengenai tepat di
jantung sang Ibu Negara . Maksud Bambang adalah ditembakkan ke Tommy
, namun tiba-tiba Ibu Tien mendekatinya sehingga peluru justru
bersarang di jantung Ibu Tien . Mendengar suara tembakan , seorang
anggota CPM yang bertugas menjaga kediaman Soeharto berusaha mencari
tahu ada apa gerangan didalam . Oleh sang menantu , Prabowo , si CPM
tersebut langsung ditembak hingga tewas agar tidak bilang ke
siapa-siapa. Belakangan keluarga CPM tersebut memperoleh uang tutup
mulut sebanyak Rp. 500 juta .

Yang menjadi pertanyaan , jika memang Ibu Tien sakit
jantung , kenapa justru dibawa ke RSPAD Gatot Subroto , tidak ke RS
Jantung Harapan Kita yang menjadi milik Keluarga Soeharto? Jawabannya
, karena jika dibawa ke RS Jantung Harapan Kita , kemungkinan besar
rahasianya akan terbongkar .
Jika dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto , rahasia agak terjamin ,
mengingat militer mampu menjaga rahasia negara . Lain dengan sipil
yang disiplinnya kurang dan cenderung tidak kuat menahan rahasia .
Dalam pemakamannya Ibu Tien , tampak secara tidak sengaja kamera TVRI
mengambil gambar Soeharto sedang jatuh . Namun setelah itu langsung
diarahkan ke obyek lain oleh sang Kameraman . Belakangan diketahui
Soeharto jatuh pingsan , karena syok kehilangan sang istri yang
menjadi simbol kekuasaan dan kewibawaannya. Di samping itu juga ada
pemandangan menarik ketika cucu Soeharto yang masih kecil menutup
hidupnya di acara pemakaman Ibu Tien tersebut . Belum lagi ketika
Probosutedjo berkali-kali menyemprotkan minyak wangi ke ruangan
menjelang Ibu Tien dimakamkan . Kedua fenomena diatas semakin
menguat dugaan kematian Ibu Tien yang tidak wajar.

Beberapa hari setelah pemakaman Ibu Tien selesai , Soeharto
berpidato di Cendana yang intinya sebagai ucapan terima kasih atas
semua bantuan yang diberikan . Dalam acara tersebut terlihat anak-anak
Soeharto duduk di lantai . Terlihat di antara anak-anak Soeharto ,
Bambang lah yang paling tertekan. Dia terlihat memeluk guci dengan
tatapan yang kosong .

Bambang dan Tommy memang dikenal sebagai penembak ulung
.Mereka bahkan keahliannya mungkin bisa diatas anggota ABRI dalam hal
menembak. Bambang pernah menjuarai kejuaraan tembak reaksi , tembak
cepat dll. Demikian juga halnya dengan si Tommy .

= Dikumpulkan dari berbagai sumber=

Posted at 11:08 am by kucingku

Andimas
February 2, 2008   11:00 PM PST
 
Kasihan Ibu Tien Meninggal Karena Tidak Sengaja Tertembak.........
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry